Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gerakan Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi dan Monopoli Pengadaan Website Desa

Selasa, 25 Februari 2025 | 23.33.00 WIB Last Updated 2025-02-25T16:34:26Z
Dok.Gerakan Mahasiswa Peduli Sosial (Germas) Serang Raya menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)

SERANG, bbiterkini – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Sosial (Germas) Serang Raya menggelar aksi di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang untuk menyoroti dugaan korupsi dan monopoli pengadaan website desa di Kabupaten Serang.

Aksi tersebut kemudian berujung pada audiensi yang diterima langsung oleh Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Serang, Haryadi, pada Selasa (25/2/2025).

Koordinator lapangan (Korlap) Aliansi Germas, Geri, menyampaikan hasil audiensi yang menurutnya tidak memuaskan dan tidak menjawab tuntutan mereka.

"Kami tadi menyampaikan dugaan korupsi terkait website desa kepada mantan Kepala Dinas DPMD Kabupaten Serang. Hasilnya, beliau mengakui bahwa memang ada surat penawaran dari PT Wahana Multimedia yang dilampirkan kepada setiap desa, tetapi ia hanya bertindak sebagai perantara tanpa adanya intervensi," kata Geri.

Ia menilai bahwa sikap DPMD yang "angkat tangan" dan mengaku tidak mengetahui secara detail proses pengadaan website desa menunjukkan kurangnya pengawasan terhadap program tersebut.

"Kami mencurigai ada upaya untuk lepas tangan. Seharusnya, DPMD memiliki pengawasan terhadap proses ini, bukan seolah-olah tidak tahu menahu," tegasnya.

Lebih lanjut, Geri menyatakan bahwa hasil audiensi ini belum memberikan titik terang terkait dugaan korupsi yang mereka soroti.

"Yang kami butuhkan adalah langkah preventif dari DPMD agar masalah ini bisa diselesaikan. Namun, audiensi tadi hanya berisi pernyataan normatif tanpa solusi konkret. Seakan-akan, karena kepala dinas sudah berganti, maka permasalahan ini tidak lagi dianggap tanggung jawab mereka," tambahnya.

Atas dasar itu, Germas memastikan akan menggelar aksi jilid dua dengan eskalasi yang lebih besar untuk menuntut kejelasan terkait dugaan kasus tersebut.

"Kami pastikan akan menggelar aksi yang lebih besar pada jilid kedua untuk menuntaskan masalah ini," tandasnya.

Saat ditanya mengapa aksi berubah menjadi audiensi, Geri menjelaskan bahwa Polres Serang menolak surat pemberitahuan aksi yang mereka ajukan.

"Kami sebelumnya sudah melayangkan surat pemberitahuan aksi ke Polres Serang. Namun, pihak kepolisian menolak dengan alasan ada kegiatan lain sehingga tidak bisa mengamankan aksi kami. Karena itu, kami mengubahnya menjadi audiensi," jelasnya.*****